Niagara

Pada suatu masa, adalah sebuah perkampungan naga bernama Nagari. Naga tidak bisa hidup di belahan dunia manapun kecuali di sini. Naga digunakan sebagai alat transportasi, sumber energi, alat perang, binatang peliaharaaan, dan lain-lain.

Naga ada bermacam-macam jenis. Naga api, naga air, naga angin, naga es, dan lain-lain. Namun ada juga naga yang tidak memiliki kemampuan elemental seperti yang lain. Naga seperti itu biasanya memiliki kelebihan dalam bertarung ataupun memiliki keunggulan dalam kecepatan terbang. Tapi ada naga yang tidak berguna dalam hal apapun, sehingga hanya dijadikan hewan peliharaan.

Nagari merupakan tempat yang aman. Tidak ada yang berani menyerang tempat ini karena kehebatan penduduknya mengendalikan naga. Beratus-ratus tahun kedamaian telah berkembang bersama dengan penduduk Nagari sejak perang yang terakhir. Perang yang terjadi dahulu kala adalah perang saudara sesama pengendali naga. Perang antara penduduk Nagari dengan Nagara, desa tetangga. Nagara juga merupakan desa pengendali naga. Perang berkecamuk akibat perebutan kekuasaan. Penduduk Nagara kalah dalam perang dan hampir tidak ada penduduk yang selamat ketika itu.

Hampir tidak ada yang selamat. Ya, kalimat itu tepat menggambarkan keadaan yang terjadi. Karena memang masih ada penduduk Nagara yang selamat dari peperangan dahulu kala. Sejumlah kecil penduduk yang selamat mengungsi ke hutan dan tidak berani mendekat ke Nagari.

***

“oooeeekk..oooeeekk..!!!”

Terdengar suara tangisan bayi dari tempat persembunyian penduduk Nagara. Telah lahir seorang anak. Anak tersebut diberi nama Ni. Nama yang sama dengan nama raja yang telah tewas akibat perang. Kedua orang tua mereka berniat untuk membesarkan Ni di Nagari karena mereka menginginkan kehidupan yang layak bagi Ni. Maka mereka diam-diam masuk ke Nagari dan menyamar menjadi penduduk Nagari.

Waktu terus berjalan dan Ni semakin berkembang. Ni tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sedikit ambisius. Apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan. Karena kecerdasan dan ambisinya yang telah terlihat walaupun dia masih anak-anak, dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.

Ni pergi bermain ke hutan suatu hari bersama teman-temannya. Dia tersesat. Teman-temannya pulang dan melapor ke pada penduduk desa. Ketika tersesat itu dia menemukan sebuah telur naga. Telur naga yang aneh. Dia mengambil telur tersebut dan merawat telur tersebut hingga dia akhirnya ditemukan penduduk desa.

Orang tua Ni sangat terkejut dengan telur naga yang di temukan oleh Ni. Mereka tidak pernah melihat telur naga seperti itu. Untuk mencari kepastian, Orang tua Ni pergi ke tempat persembunyian penduduk Nagara dan menanyakan tentang telur naga tersebut kepada para tetua desa. Para tetua yang telah hidup sejak ditambah dengan pengalaman ketika perang, mengetahui semua hal tentang naga. Mereka yakin itu adalah telur naga legenda yang konon telah musnah. Para tetua bingung bagaimana bisa telur tersebut masih ada sekaligus khawatir jika penduduk Nagari mengetahui ada yang memiliki naga legenda tersebut. Mereka takut akan terjadi perang lagi dan keluarga Ni akan diburu. Karena situasi tidak memungkinkan untuk tetap di Nagari, akhirnya Ni dan kedua orang tuanya kembali ke tempat persembunyian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ni-lah yang menemukan telur naga tersebut, maka Ni pula yang berhak terhadap naga tersebut. Naga yang di temukannya itu adalah naga air legenda yang sangat kuat dan dikatakan mampu menghancurkan sebuah negara. Ni merawat dan melatih Nagara—dia memberi nama naga tersebut seperti nama desa mereka dahulu—dengan baik. Dengan kecerdasan yang dimilikinya dia telah tumbuh menjadi pengendali naga yang hebat.

***

Walaupun di ketinggian, api dan asap sangat jelas terlihat. Dia melihat dirinya sedang menunggang Nagara. Pemandangan itu membuatnya bingung. Apa yang terjadi? Dia terus memperhatikan dan dia melihat dirinya sendiri sedang dikejar-kejar oleh pasukan Nagari. Dia dikejar-kejar karena dialah yang melakukan perusakan dan penghancuran di Nagari.

Ni tersentak terbangun dari tidurnya. Dia merasakan peluh membasahi bajunya. Ternyata dia bermimpi. Entah apa gerangan yang membuat dia sampai bermimpi mengerikan seperti itu. Dia bangkit dan mandi untuk menenangkan pikiran.

***

Suatu ketika Ni dan Nagara pergi untuk latihan. Mereka selalu latihan di tempat yang jauh. Agar keberadaaan mereka tetap aman. Mereka latihan dengan nyaman seperti biasa. Ketika mereka pulang, Ni benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tempat persembunyian mereka hancur dan seluruh penduduk Nagara tewas, termasuk kedua orang tua nya.

Ni benar-benar murka. Tapi dia tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi. Seketika itu juga dia ingat akan mimpinya. Sekarang dia tahu ternyata itu bukan mimpi biasa. Dia tahu kemana kemurkaanya harus dilampiaskan. Nagari. Pasti mereka yang melakukannya. Itulah yang ada di benak Ni yang diliputi amarah. Dan semakin yakinlah dia ketika melihat sejumlah mayat prajurit Nagari. Dasar keji! Penduduk Nagara yang bersembunyi dan hidup dalam damai dimusnahkan tanpa belas kasihan. Pemikiran seperti itu membuat Ni semakin murka kepada Nagari.

Setelah mempersiapkan segala persiapan untuk balas dendam, dia berangkat ke Nagari. Sesampai di sana, dia telah di sambut oleh sepasukan naga perang. “Kalian akan menerima akibat dari perbuatan keji kalian!” Teriak Ni dan memulai perang. Ni dan Nagari bukanlah tandingan naga perang biasa. Dia membantai sepasukan naga dengan sangat mudah.

Amarah benar-benar telah membuat Ni kehilangan akal sehat. Dia mulai membantai dan menyerang penduduk desa yang tidak bersalah. “Jika penduduk desa Nagara musnah maka kalian juga harus musnah!” dia mengamuk dibutakan amarah. Pemandangan yang dilihatnya persis dengan apa yang dilihatnya dalam mimpi. Tapi dia tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Saat ini hanya balas dendam yang ada di benaknya.

Dia pergi menuju pusat pemerintahan. Dia berniat memusnahkan seluruh Nagari. Di sana pasukan yang di hadapi Ni bakal jauh lebih kuat.

Tepat seperti dugaan, dia dihadang pasukan khusus. Nagara adalah naga legenda. Pasukan khusus belum cukup untuk menghadang Ni dan Nagara. Ni dan Nagara menang walau mendapati luka yang cukup serius. Mereka melanjutkan perjalanan untuk mencapai raja. Setelah membunuh raja baru dendam terbalas. Raja biasanya dilindungi oleh pasukan khusus yang lebih kuat.

Ni tidak tahu apakah dia mampu mengahadapi pasukan terakhir ini. Pasukan ini adalah pasukan elit yang hanya digunakan ketika saat kritis seperti saat ini. Pasukan ini juga lebih kuat dari pasukan sebelumnya. Sedangkan Nagara mendapat luka akibat pertempuran sebelumnya. Ni mengelus kepala Nagara dan memandang matanya lekat-lekat, berusaha mencari jawaban darinya. Jawaban didapat. Dia melihat keyakinan di mata Nagara. Bukan hanya itu, dia merasakan kekuatan yang hebat memancar dari Nagara. Kekuatan yang tidak pernah dilihat olehnya sebelumnya. Inikah kekuatan sang naga legendaris?

“Demi penduduk Nagara!” dia berteriak lantang. Ni maju dan bertarung melawan pasukan elit tersebut. Setelah pertarungan sengit, Ni sadar dia bakal kalah. Apa ini adalah akhir?. Tiba-tiba dia mendengar Nagara berbicara.

“Akhir seperti apa yang kau harapkan?” Ni mendengar Nagara bertanya ke dalam pikirannya.

“Nagara? Kaukah itu?” Ni balas bertanya di dalam pikirannya.

“Ya akulah Nagara. Naga yang telah kau latih dan kau rawat. Aku dapat membuatmu memenangkan pertarungan ini. Maka katakanlah. Apa kau ingin memenangkan pertarungan ini?”

“Ya. Tapi sepertinya kita tidak akan bisa memengkan pertarungan ini.”

“Memang kita tidak akan memenangkan pertarungan ini. Tapi kaulah yang akan memenangkannya. Dengan kekuatan yang kumiliki, aku akan memporak-porandakan seluruh desa. Tapi aku tidak akan bisa bertahan hidup setelah itu. Jika kau memang menginginkan kemenangan dan balas dendam, baiklah.” Tanpa aba-aba, Nagara langsung meluncur ke atas. Hampir saja Ni terjatuh akibat tidak siap. Seketika itu, tubuh Nagara berkilau. Ni benar-benar tidak mengerti. Dia memanggil Nagara dalam pikirannya.

“Nagara! Apa yang akan kau lakukan?” Ni berteriak dalam pikirannya.

“Terima kasih dan selamat tinggal” Itulah yang didengar Ni di dalam pikirannya.

Lalu kilau di tubuh Nagara lenyap dan dia melihat sebuah gelombang air raksasa datang menghancurkan Nagari di bawahnya. Dia sangat takjub melihat itu. Seluruh Nagari tersapu gelombang tersebut. Tidak ada satupun yang selamat diterpa gelombang sedahsyat itu. Itulah akhir dari Nagari.

Nagara yang sekarat mulai terbang lemah ke daratan agar Ni dapat turun dengan selamat. Setelah menurunkan Ni di dataran yang aman, Nagara pergi terbang meninggalkan Ni tanpa mengatakan apapun. Ni hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Dia hanya melihat kepergian Nagara dengan diam.Ditemani gemuruh gelombang raksasa yang telah memusnahkan desa Nagari. Kekuatan besar tersebut membentuk aliran sungai baru. Bahkan, terbentuk sebuah air terjun yang besar dan dahsyat ikut terbentuk.Setelah kepergian Nagara, Ni pergi melanjutkan hidup. Tidak diketahui bagaimana kematian Nagara dan kisah hidup Ni selanjutnya.

***

Sekarang, sungai dan air terjun tersebut diberi nama Niagara. Air terjun yang mengingatkan kita terhadap Ni, dan naganya, Nagara.

 

© Copyright gelora mimpi . All Rights Reserved.

Designed by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine

Blogger Template created by Deluxe Templates